SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

MODEL DAN LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN KURIKULUM


A.     Pengertian Model Pengembangan Kurikulum

Model adalah suatu tipe dari susunan proses yang diwujudkan dalam penalaran hipotesis dan rumusan-rumusan teori, yang kemudian menggunakan perbandingan data dan dipakai untuk menganalisa data tersebut.
Sedangkan kurikulum dalam bentuknya yang sederhana merupakan himpunan pengalaman, sistem nilai, pengetahuan, ketrampilan dan pola sikap yang akan diberikan kepada siswa dengan tujuan__dari keseluruhan yang disajikan__merupakan bekal para siswa dalam mengembangkan masyarakat di kemudian hari.
Pengembangan kurikulum pada dasarnya berkisar pada hal :
1.  Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan laju yang cepat.
2.  Pendidikan yang merupakan suatu proses transisi.
3.Manusia (yang belajar maupun yang mengajar) terbatas kemampuannya untuk menerima, menyampaikan dan mengolah informasi.[1]

B.    Model-model Pengembangan Kurikulum

Ada beberapa hal yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam menetapkan model pengembangan kurikulum. Hal ini dalam penerapannya sebaiknya didasarkan pada faktor-faktor yang konstan.
Faktor-faktor konstan yang dimaksud adalah dalam pengembangan model kurikulum perlu didasarkan pada tujuan, bahan pelajaran, dan evaluasi.[2]
Adapun model-model pengembangan kurikulum terkadang dinamai dengan nama ahli yang melontarkan gagasan tentang model kurikulum tersebut. Model-model tersebut adalah :

1.  Model Tyler

Pada tahun 1949 Ralph Tyler menerbitkan buku berjudul Basic Princeples Off Curiculum And Intruction yang berpengaruh atas pengembangan kurikulum (curriculum developer). Ia sebagai bapak pengembangan kurikulum. Ralph Tyler mengemukakan tentang pentingnya pendapat secara rasional, menganalisis, menginterpretasi kurikulum dan program pengajaran dari suatu lembaga pendidikan. Selain itu juga mengemukakan bahwa untuk mengembangkan kurikulum diperlukan empat pertanyaan sebagai berikut :
a.      Tujuan pendidikan apa yang dicapai sekolah ?
b.     Pengalaman-pengalaman edukatif apa yang dapat diberikan agar tujuan itu tercapai ?
c.      Bagaimanakah bahan itu harus diorganisasi agar efektif ?
d.     Bagaimanakah dapat ditentukan apakah tujuan itu tercapai ?
Dari urutan pertanyaan tersebut dapat diketahui langkah-langkah dalam perencanaan kurikulum yaitu :
a.      Menentukan tujuan pendidikan.
b.     Menentukan proses belajar mengajar.
c.      Menentukan organisasi kurikulum.
d.     Menentukan cara menilai hasil belajar.
Dalam menentukan tujuan pendidikan, harus diperhatikan kebutuhan minat anak dan masyarakat yang sesuai dengan falsafah pendidikan.
Selanjutnya dalam proses belajar mengajar harus diperhatikan latar belakang pendidikan dan pengalaman anak.
Dalam pengalaman (kegiatan belajar mengajar) harus mempunyai organisasi atau struktur agar mempunyai efek komulatif.
Adapun evaluasi dengan observasi hasil pekerjaan siswa dan partisipasinya harus disertai metode-metode lain agar diperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang taraf tercapainya tujuan pendidikan.  

2.  Model Hilda Taba

Dalam bukunya Curicullum Developmen : Theory And Practice (1962), Hilda Taba mengungkapkan pendekatannya untuk proses pengembangan kurikulum. Ia memodifikasi model Tyler agar lebih representative terhadap pengalaman kurikulum di berbagai sekolah.
Untuk mengadakan pembaharuan kurikulum, Hilda Taba menganjurkan cara yang berlainan dengan yang lazim dilakukan dalam pengembangan kurikulum pada umumnya. Ia mulai dari satuan pelajaran untuk meningkat pada kurikulum yang lengkap, setelah cukup jumlah satuan pelajaran yang diujicobakan.
Model ini bersifat induktif, yakni melalui eksperimen, diteorikan dan diimplementasikan. Sehingga menjembatani antara teori dan praktek.
Menurut model Taba, pengembangan kurikulum dilaksanakan dalam lima langkah antara lain :
a.      Menyusun satuan pelajaran percobaan.
b.     Mengujicobakan satuan pelajaran.
c.      Revisi dan konsolidasi.
d.     Mengembangkan kerangka kurikulum.
e.      Pelaksanaan dan penyebaran.
Model kurikulum Tyler dan Taba dikategorikan ke dalam Rational Models atau Objektif Model. Model ini mempunyai kelebihan dan kelemahan.
Kelebihannya antara lain terletak pada integrasi teori dan praktek, menghindari kebingungan, sebagai penyokong pembangunan kurikulum dan lain-lain.
Sedangkan kelemahannya antara lain kesulitan dalam pengorganisasian kurikulum, ketidakjelasan dalam hakikat belajar mengajar.

3.  Model Administratif

Model pengembangan ini merupakan model yang paling lama dan terkenal. Dinamakan Model Administrative karena inisiatif dan gagasan pengembangan datang dari para administrator pendidikan dengan menggunakan prosedur administrasi.
Model Administrative diistilahkan juga model garis top down, dari atas bawah. Adapun langkah-langkah model administrative antara lain :
a.      Atasan membentuk tim yang terdiri atas para pejabat teras (pengawas pendidikan, kepala sekolah, pengajar inti).
b.     Tim merencanakan konsep ruusan tujuan umu dan ruusan falsafah yang diakui.
c.      Dibentuk beberapa kelompok kerja yang anggotanya terdiri dari spesialis kurikulum dan staf pengajar untuk erumuskan tujuan khusus dalam kegiatan belajar.
d.     Hasil kerja poin tiga direvisi oleh tim atas dasar pengalaman dari try out.
e.      Setelah try out yang dilakukan oleh beberapa kepala sekolah dan telah direvisi baru kurikulum dapat diimplementasikan.
Kelebihan model administrative adalah mudah dilaksanakan terutama dalam sistem sentralisasi. Orang yang terlibat sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.
Sedangkan kelemahannya adalah kurang peka terhadap perubahan masyarakat, kurang memperhatikan keragaman situasi suatu daerah. Kurikulum ini biasanya bersifat seragam secara nasional.

4.  Model Beaucham

Sesuai dengan namanya, model ini diformulasikan oleh GA Beaucham (1964) yaitu dengan mengemukakan lima langkah penting dalam pengambilan keputusan pengembangan kurikulum. Kelima langkah tersebut adalah :
a.      Menentukan “area” pengembangan kurikulum yang dilakukan yaitu berupa kelas, sistem persekolahan regional dan nasional.
b.     Memilih dan kemudian mengikutsertakan para pengembang kurikulum yang terdiri dari spesialis kurikulum, wali kelompok potensial.
c.      Mengorganisasikan dan menentukan prosedur perencanaan kurikulum yang meliputi penentuan tujuan, materi pelajaran, dan kegiatan belajar mengajar.
d.     Merapatkan atau melaksanakan kurikulum secara sistematis di sekolah.
e.      Melakukan penilaian kurikulum yang telah dan sedang dilaksanakan.
Kelebihan dari model Beaucham adalah adanya penegasan area yaitu terletak pada penekanan ruang lingkup kegiatan.
Sedangkan kelemahannya yaitu kurang peka terhadap perubahan masyarakat, kurang memperhatikan daerah yang satu dengan daerah yang lainnya, menuntut kekhususan, penyamaan kurikulum untuk semua daerah.

5.  Model Teknologi

Ada tiga variasi model yaitu :
a.   Model analisis perilaku, yaitu memulai kegiatannya dengan melatih kemampuan peserta didik dari yang sederhana sampai yang komplek secara bertahap.
b.   Model analisis sistem, yaitu memulai kegiatannya dengan menjabarkan tujuan khusus kemudian menyusun alat-alat pengukur untuk menilai keberhasilannya dan mengidentifikasi sejumlah faktor-faktor yang berpengaruh dalam penyelenggaraannya.
c. Model berdasarkan komputer, yaitu memulai kegiatannya dengan jalan mengidentifikasi sejumlah unit-unit kurikulum lengkap dengan tujuan intruksional khusus. Setelah itu mewawancarai pengajar dan siswa tentang pencapaian tujuan dalam dalam upaya untuk menentukan materi pelajaran bagi siswa.

6.  Model demonstrasi

Model demonstrasi pada dasarnya bersifat Gras rotts. Model ini dipengaruhi oleh sekelompok para guru atau sekelompok guru yang bekerjasama dengan ahli dengan maksud mengadakan perbaikan kurikulum.
Model ini mempunyai langkah-langkah antara lain :
a.  Staf pengajar pada suatu sekolah menemukan suatu ide pengembangan dan ternyata hasilnya dinilai baik.
b.     Kemudian hasilnya disebarkan di sekolah sekitar.
Kelebihan kurikulum ini adalah disusun dan dilaksanakan dalam situasi tertentu yang nyata sehingga menghasilkan kurikulum yang lebih praktis sifatnya yang grass roots, menempatkan guru sebagai pengambil inisiatif dan nara sumber yang menjadi mendorong.
Kelemahannya yaitu bagi guru-guru yang tidak turut berpartisipasi, mereka menerima dengan enggan.

7.  Model Grass Roots

Model pengembangan kurikulum ini merupakan model administratif apabila dilihat dari sumber inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum.
Selain itu model ini cenderung berlaku dalam sistem pendidikan yang kurikulumnya bersifat desentralisasi.
Langkah-langkah dalam pengembangan kurikulum menurut model ini antara lain :
a.      Inisiatif pengembangan datang dari bawah.
b.     Tim pengajar dari beberapa sekolah dengan nara sumber lain dari orang tua murid.
c.      Pihak atasan memberikan bimbingan dan dorongan.
d.     Untuk pemantapan konsep pengembangan yang telah dirintis, diadakan loka karya untuk mencapai input yang diperlukan.
Kelebihannya model ini yaitu keikutsertaan staf pengajar dalam pengambilan keputusan, proses pengambilan keputusan terletak pada para pelaksana.
Sedangkan kelemahannya yaitu mengabaikan segi teknis dan profesionalisme pengembangan kurikulum.

8.  Model Action Research yang sistimatis

Model ini didasarkan pada asumsi bahwa pengembangan kurikulum merupakan perubahan sosial. Yaitu dengan mencakup suatu proses yang melibatkan kepribadian orang tua siswa, guru, struktur sistem sekolah, pola hubungan pribadi dan kelompok dari sekolah dan masyarakat.  
Model ini menekankan tiga hal yaitu hubungan manusia- sekolah, organisasi masyarakat, otoritas ilmu pengetahuan.
Langkah-langkah dari model ini antara lain :
a.      Dirasa ada problem belajar mengajar, perlu diteliti.
b.     Mencari sebab-sebab terjadinya problem dan sekaligus mencari pemecahannya kemudian menentukan keputusan apa yang perlu diambil.
c.      Melaksanakan keputusan yang telah diambil.
Kelebihan model ini yaitu terletak pada hubungan sekolah dengan masyarakat. Sedangkan kelemahannya yaitu pada penerapannya yang memerlukan tenaga profesional.

9.  Model Interpersonal dari Rogers

Carl Rogers adalah seorang ahli psikologi yang berpandangan bahwa manusia dalam proses perubahan mempunyai kekuatan dan potensi untuk berkembang sendiri. Berdasarkan pandangan tentang manusia itu, Rogers mengemukakan model pengembangan yang disebut dengan Model Relasi Interpersonal Rogers.
Adapun langkah-langkah pengembangan kurikulum model ini adalah :
a.   Diadakannya kelompok untuk dapat berhubungan interpersonal di tepat yang khusus.
b.     Dalam waktu satu minggu para peserta saling tukar pengalaman di bawah pimpinan staf pengajar.
c.  Mengadakan pertemuan dengan masyarakat yang lebih luas lagi dalam satu sekolah.
d.     Kemudian diadakan pertemuan dengan mengikutsertakan anggota yang lebih luas dengan para pegawai administrasi dan orang tua murid.
Kelebihan model ini adalah pada pendekatan masalah dengan pelaksanaan, sedangkan kelemahannya yaitu pada kesukaran dana, waktu dan organisasinya.



DAFTAR PUSTAKA

Dakir. Perencanaan Dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Rineka Cipta, 2004.
Hamid, Syarief. Pengembangan Kurikulum. Pasuruan : Gramedia Buana Indah, 1993.
Idi, Abdullah. Pengembangan Kurikulum Teori Dan Praktik. Yogyakarta: Ar Ruzz Media, 2007.
Syaodih Sukmadinata, Nana. Pengembangan Kurikulum : Teori Dan Praktek. Bandung : Remaja Rosda Karya, 2005.
Nasution. Pengembangan Kurikulum. Bandung: Citra Aditya Bakti, 1993.
http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/06/model-dan-langkah-langkah-pengembangan.html




[1] Abdullah Idi, Pengembangan Kurikulum Teori Dan Praktik (Yogyakarta: Ar Russ Media, 2007), 161.
[2] Syarief Hamid, Pengembangan Kurikulum (Pasuruan : Gramedia Buana Indah, 1993), 





MATERI TERKAIT:

Judul: MODEL DAN LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN KURIKULUM
Rating Blog: 5 dari 5
Ditulis oleh : mas mahmud
Terima kasih, Anda telah berkunjung di blog ini dan membaca makalah MODEL DAN LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN KURIKULUM. Jika ingin menyalin harap ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri atau menyertakan link URL ini : http://www.mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2013/06/model-dan-langkah-langkah-pengembangan.html, Terima kasih atas perhatiannya.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger