SELAMAT DATANG di blog "mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com", SEMOGA BERMANFAAT apa-apa yang kami tuliskan di sini ...,"Selamat Berkarya", Semoga Tuhan Merahmati Kehidupan Kita Dengan Kesehatan, Cinta Yang Mendamaikan, Rezeki Yang Penuh Berkah, Dalam Usia Yang Panjang Dan Bahagia. Aamiin. "

MENABUR KEBAIKAN AKAN MENUAI KEBERKAHAN

Oleh Muhammad Zainuddin






Kita harus menyadari seburuk apapun perbuatan seseorang, dia pasti dan pernah berbuat baik. Keburukannya kita katakan sebagai kesalahan, tetapi kebaikannya harus dihargai lebih baik karena dia telah berbuat benar karena kebaikan itu identik dengan kebenaran. 

Kesalahan pasti berakibat dosa jika tidak mendapat ampunan dari Yang Maha Kuasa. Tetapi kebaikan juga pasti mendatangkan pahala yang ujung-ujungnya membawa berkah. 

Persoalan kita adalah kapan menabur kebaikan, menuai berkah? Jawabnya adalah sepanjang hayat masih dikandung badan. 

Lantas kebaikan yang bagaimana yang bisa menuai berkah? Yaitu melakukan kebaikan secara tulus/ ikhlas, tidak mempunyai tujuan lain kecuali mencari Ridha Allah semata. Perhatikan firman Allah :

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ


 “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan sholat dan mengeluarkan zakat dan demikian itulah agama yang lurus” (QS. Al-Bayyinah : 5).

Biasanya orang seperti ini tidak akan mau memperdengarkan(sum’ah) kebaikan mereka. Apabila satu saat nanti ada orang lain yang pernah mereka tolong, lalu kemudian mendzalimi mereka, maka itupun tidak akan mereka mengungkapkan kembali kebaikan yang pernah dilakukan. 

Disilah berkahnya menjadi orang tulus, karena kebaikan selalu melekat pada diri dan menjadi milik mereka secara abadi. Kebaikan seperti inilah, mendatangkan kebahagiaan untuk mereka dihadapan manusia, terlebih dihadapan Yang Maha Kuasa. Hal-hal yang demikian itulah yang saya maksud sebagai menabur kebaikan, menuai berkah.

Manusia pada umumnya dan orang beriman pada khususnya harus menabur kebaikan supaya menuai berkah. Mengapa demikian? Karena berkah inilah yang mendatangkan kebahagiaan. 

Oleh karena itu bila kita bertanya apa artinya umur yang berkah? Maka jawabnya, umur yang memberi kebaikan dan bermanfaat bagi sesama. Harta yang berkah adalah harta yang diperoleh secara benar dan dibelanjakan pada jalan yang benar pula. Kekuasaan yang berkah adalah kekuasaan memberi kesejahteraan pada masyarakat. Ilmu yang berkah adalah ilmu yang bermanfaat bagi sesama alias cerdas dan mencerahkan. Perbuatan yang berkah adalah berbuat baik dan enggan sebaliknya. 

Begitulah seterusnya hidup dalam keberkahan bersama taburan-taburan kebaikan. Berkah seperti inilah yang disebut sebagai tak lekang kena panas, tak lapuk kena hujan. Dia eksis dalam diri manusia bahkan penolong buat manusia itu sendiri pada saat dimintai pertanggungan jawab oleh Allah SWT.

Memang berkah itu indah, berkah itu membahagiakan, dan berkah itu mencukupkan dan berkah itu menolak segala yang buruk. Sehingga orang bisa menikmati keindahan, kebahagiaan,, kecukupan serta menolak segala yang buruk itu hanyalah mereka yang berbuat kebaikan dengan tulus. Mereka tidak tergiur dengan segala kemewahan palsu lantaran sudah mencintai kebaikan sejati. Bagi mereka yang penting adalah :
رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ
“…Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya, yang demikian itu adalah balasan bagi orang yang takut kepada Tuhannya (QS. Al-Bayyinah : 8)

 Semoga Kita Bisa!

Semoga bermanfaat

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger